Lampu lampu jalan menerangi langkahku yang semu suara jerit jangkrik melantunkan suara sendu desiran angin malam menusuk tulang rusukku suara handphone berdering dari mantanku
ku dengar kabar yang menusuk ulu hati hingga seluruh badanku bergetar terasa terpatri ku buerdiri sambil bersandar di bawah pohon yang berduri terdengar kabar ia akan pergi untuk dinikahi
aku tersenyum padanya walau hati tertusuk duri ku relakan ia pergi demi cinta yang sejati ku hanya pasrah pada takdir ilahi robbi mungkin ia tak patut untuk ku miliki.
tapi cinta bukanlah sebuah kepatutan cinta adalah rasa dari hati yang terdalam ku hanya bisa berdoa untuk cinta yang terpendam biarkan ia mendapatkan cinta yang suci karna ia bukan miliki ku kini
tuhan masih adakah cinta untukku? dari seorang wanita yang mampu membuka hatiku? sekian lama aku menunggu tapi tak satupun yang tau akan arti cinta suci ku.
kini ku hanya bisa termenung tak ada lagi cinta yang dapat ku raih semua hampir mendustai cinta sejati tak adalagi yang patut untuk ku miliki.
|
0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda