Kamis, 28 Agustus 2008

SEPI

SEPI
Lampu lampu jalan menerangi langkahku yang semu
suara jerit jangkrik melantunkan suara sendu
desiran angin malam menusuk tulang rusukku
suara handphone berdering dari mantanku

ku dengar kabar yang menusuk ulu hati
hingga seluruh badanku bergetar terasa terpatri
ku buerdiri sambil bersandar di bawah pohon yang berduri
terdengar kabar ia akan pergi untuk dinikahi

aku tersenyum padanya walau hati tertusuk duri
ku relakan ia pergi demi cinta yang sejati
ku hanya pasrah pada takdir ilahi robbi
mungkin ia tak patut untuk ku miliki.

tapi cinta bukanlah sebuah kepatutan
cinta adalah rasa dari hati yang terdalam
ku hanya bisa berdoa untuk cinta yang terpendam
biarkan ia mendapatkan cinta yang suci
karna ia bukan miliki ku kini

tuhan masih adakah cinta untukku?
dari seorang wanita yang mampu membuka hatiku?
sekian lama aku menunggu tapi tak satupun yang tau
akan arti cinta suci ku.

kini ku hanya bisa termenung
tak ada lagi cinta yang dapat ku raih
semua hampir mendustai cinta sejati
tak adalagi yang patut untuk ku miliki.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda