selayang kapas selembut awan keduanya rawan tertiup angin yang menawan dingin ,sejuk dan panas pertanda klimat menuai banyak tunas
insan melengkapi diri dengan jati diri berpola sopan santun sebagai pakaian mengalir kata-kata mewakili perasaan dengan belaian terkadang tersandung kaki kekanan dan kekiri
hadirku mengundang pro dan kontra dalam tulisan semua kuterima dengan lapang hati NYANYIAN OPERAKU yang semusim sangat berkesan takkan kulupa dalam sajian seuntai melati
bulan suci Ramadhan memanggil jiwa yang berduri kiranya maaf kuhatur disini kalau ada sumur diladang boleh aku kemari semoga Allah SWT meridhoi ibadah kita disini
lewat goresan tangan yang penuh arti,....
|
0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda